KKN-PPM 2017: Sebanyak 1846 mahasiswa Universitas Bung Hatta akan disebar ke 5 (lima) kabupaten di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Tanah Datar, Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Solok.

Minggu, 04 Mei 2014 - 08:44:34 WIB

KKN-PPM Harus Beri Nilai Tambah

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Seputar KKN - Dibaca: 1278 kali


Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) adalah salah satu program rutin perguruan tinggi sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa mempraktikkan berbagai hasil pembelajaran di kelas sambil memberi sumbangsih kepada masyarakat.


Hal itu di sampaikan Pengelola KKN-PPM UBH Ir. Indra Khaidir,MT, saat memberikan pembekalan bagi mahasiswa UBH yang akan melaksanakan KKN-PPM di Auala Balairung Caraka, Kampus I Ulak Karang, Sabtu (3/5).


Disebutkan Indra Khaidir, Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Bung Hatta disebut sebagai Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat dan harus memiliki nilai tambah kepada tiga lembaga yakni UBH, masyarakat dan pemerintah. 


Secara umum, kata Indra, KKN-PPM tidak sama dengan KKN model dulu, dan tidak sama juga dengan Praktek Lapangan atau kuliah Lapangan, tetapi pelaksanaan KKN-PPM harus memiliki daya ungkit terhadap pemerintah. Tujuannya, agar berbagai masalah yang ada di masyarakat dapat dievaluasi. Dengan begitu, mahasiswa bersama-sama dengan masyarakat, bisa bisa mengembangkan ilmu dan menerapkan teknologi. 


Ditambahkan Indra, pemikiran lainnya adalah KKN-PPM tidak hanya empat SKS dari kurikulum perkuliahan, tetapi pembelajaran dan pengabdian masyarakat bisa diimplementasikan sesuai dengan Tridarma Perguruan Tinggi. 

"KKN-PPM harus punya daya ungkit sehingga dapat diperoleh evaluasi dari masyarakat dan Dosen Pendamping Lapangan harus selalu dan memantau dan datang ke tempat dimana mahasiswa ditempatkan sehingga bisa menjadi konsultan, agar bisa mendukung mahasiswa," tuturnya. 


UBH menjadwalkan pelaksanaan KKN-PPM pada pada 7 Juli sampai dengan 13 Agustus 2014 mendatang yang akan disebar ke 51 kenagarian di enam Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Tanah Datar. Kabupaten Agam, Padang Panjang, Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman dan Bungus Teluk Kabung Kota Padang.

 

Selain mahasiswa, dosen pendamping lapangan dan kordinator kabupaten/kota juga mengikuti pembekalan agar lebih terkoordinir dan dapat sejalan saat pelaksanaan KKN di lapangan.(**Indrawadi-Humas).


 

 

Informasi Terkait: